menu

Rabu, 29 Januari 2014

PUSAT PENYAKIT INFLUENZA, PENYEBAB CAIRAN TERSUMBAT DAN OBATNYA


PUSAT,PENYEBAB CAIRAN, KENAPA TERSUMBAT? , OBAT

1. PUSAT
flu adalah penyakit virus yang sangat menular dan sangat umum yang disebarkan oleh batuk dan bersin. Flu disebabkan oleh kelompok yang berbeda dari virus dan gejala cenderung lebih parah dan berlangsung lebih lama. Anda dapat tertular flu - singkat untuk influenza - sepanjang tahun, tetapi terutama umum di musim dingin, yang mengapa juga dikenal sebagai 'flu musiman'. Flu menyebabkan nyeri suhu yang mendadak tinggi, sakit kepala dan umum dan nyeri, kelelahan dan sakit tenggorokan. Anda juga dapat kehilangan nafsu makan, merasa mual dan batuk.
Gejala flu dapat membuat Anda merasa begitu kelelahan dan tidak sehat bahwa Anda harus tinggal di tempat tidur dan beristirahat sampai Anda merasa lebih baik.

Baca lebih lanjut tentang gejala-gejala flu.
Ketika ke dokter

Jika Anda dinyatakan fit dan sehat, biasanya tidak ada perlu ke dokter jika Anda memiliki gejala mirip flu. Obat terbaik adalah untuk beristirahat di rumah, tetap hangat dan minum banyak air untuk menghindari dehidrasi. Anda dapat mengambil parasetamol atau ibuprofen, untuk menurunkan suhu tinggi dan meredakan nyeri. Anda harus melihat dokter jika Anda memiliki gejala seperti flu dan Anda:

* Adalah 65 atau lebih
* Hamil
* Memiliki kondisi medis jangka panjang seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru-paru, ginjal atau penyakit neurologis
* Memiliki sistem kekebalan yang lemah

Hal ini karena flu dapat lebih serius untuk Anda, dan dokter Anda mungkin ingin untuk meresepkan obat antivirus.

Obat antivirus dapat mengurangi gejala flu dan mempersingkat durasi, tetapi pengobatan harus dimulai segera setelah gejala flu mulai agar efektif.

Antibiotik tidak berguna dalam pengobatan flu karena disebabkan oleh virus dan bukan bakteri.

Baca lebih lanjut tentang bagaimana mengobati flu dan siapa yang akan melihat dokter.
Berapa lama flu bertahan?

Jika Anda memiliki flu, biasanya Anda mulai merasa sakit dalam beberapa hari menjadi terinfeksi.

Gejala puncak setelah dua sampai tiga hari dan Anda harus mulai merasa lebih baik setelah seminggu atau lebih, meskipun Anda mungkin merasa lelah untuk lebih lama lagi. Anda biasanya menular - yang mampu menularkan flu kepada orang lain - sehari sebelum gejala Anda mulai, dan untuk lima atau enam hari lagi. Anak-anak dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti pasien kanker, dapat tetap menular lebih lama. Orang tua dan siapapun dengan beberapa kondisi jangka panjang medis lebih cenderung memiliki kasus flu buruk, dan juga lebih mungkin untuk mengembangkan komplikasi serius seperti infeksi dada. Di Inggris, sekitar 600 orang per tahun meninggal karena komplikasi dari flu musiman. Ini meningkat sampai sekitar 13.000 selama epidemi.

Baca lebih lanjut tentang komplikasi dari flu.
Mencegah penyebaran flu

Virus flu menyebar dalam tetesan kecil cairan batuk atau bersin ke udara oleh orang yang terinfeksi. Tetesan ini dapat melakukan perjalanan satu meter atau lebih dan menginfeksi siapa saja dalam jangkauan yang bernapas mereka masuk. Flu juga dapat menyebar jika seseorang dengan transfer virus pada jari-jari mereka. Sebagai contoh, jika Anda memiliki flu dan Anda menyentuh hidung atau mata Anda dan kemudian sentuhan orang lain, Anda mungkin menularkan virus pada mereka. Demikian pula jika Anda memiliki flu dan menyentuh permukaan keras umum seperti gagang pintu dengan tangan kotor maka orang lain yang menyentuh permukaan setelah Anda dapat mengambil infeksi.

Baca lebih lanjut tentang penyebab flu.

Anda dapat berhenti sendiri terserang flu di tempat pertama atau menyebarkan kepada orang lain dengan menjadi berhati-hati dengan kebersihan Anda.

Selalu mencuci tangan anda secara teratur dengan sabun dan air dan:

* Secara teratur membersihkan permukaan seperti keyboard Anda, telepon dan gagang pintu untuk menyingkirkan kuman
* Menggunakan jaringan untuk menutupi mulut dan hidung ketika Anda batuk atau bersin
* Menempatkan jaringan yang digunakan di tong sampah sesegera mungkin

Pelajari lebih lanjut tentang menghentikan penyebaran flu dengan menonton video ini tentang Catch pemerintah itu, Bin itu, Bunuh kampanye.

Anda juga dapat membantu menghentikan penyebaran flu jika Anda menghindari semua kontak yang tak perlu dengan orang lain saat Anda sedang menular. Anda harus tetap dari bekerja sampai Anda tidak lagi menular dan Anda merasa lebih baik.

Baca lebih lanjut tentang bagaimana untuk menghentikan penyebaran flu.
Tusukan flu

Sebuah vaksin flu yang tersedia gratis di NHS jika Anda:

* Hamil
* 65 atau lebih tua
* Memiliki kondisi medis yang serius
* Adalah pekerja kesehatan atau pengasuh
* Tinggal di rumah hunian atau menyusui

Meskipun kepercayaan populer, vaksin flu tidak bisa memberikan flu karena tidak mengandung virus yang aktif diperlukan untuk melakukan ini. Vaksin flu tersedia dari bulan Oktober setiap tahun. Jika Anda pikir Anda membutuh kannya, berbicara dengan dokter atau perawat praktek. Untuk informasi lebih lanjut tentang siapa yang harus memiliki tusukan flu dan bagaimana untuk mendapatkannya membaca bagian kami pada suntikan flu musiman.


Rabu, 15 Januari 2014

SEJARAH MAULID NABI MUHAMMAD SAW DAN KEAJAIBAN YANG MENGIRINGI KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW


SEJARAH MAULID NABI MUHAMMAD SAW DAN KEAJAIBAN YANG MENGIRINGI KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW
1.      Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW
 - Maulid Nabi atau Maulud adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, dimana di Negara Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad di ambil dari bahasa bahasa Arab yang artinya hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Seperti yang tercatat wikipedia; sejarah awal mula perayaan maulud nabi Muhammad SAW diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuan Maulud Nabi adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya. Untuk lebih lanjut mempelajari sejarah awal mula maulid nabi, seperti biasa awalmula.com berbagi informasi yang dirangkum dari berbagai sumber untuk menambah ilmu pengetahuan kita tentang sejarah lahirnya nabi Muhammad SAW.
Sejarah Awal Mula Maulid Nabi
Pertama kali yang mengada-adakan hari-hari raya dan perayaan-perayaan secara umumnya Maulid-maulid secara khususnya adalah Ubaidiyyun, sebagaimana disebutkan oleh Al Maqrizi dalam kitabnya “ Al-Mawa’idz Wal I’tibar Bidzikril Khuthath Wal Aatsar “ secara nasnya:
(dahulu para khalifah Bani Fathimiyyun sepanjang tahunnya memiliki hari-hari raya dan musim-musim yaitu: musim permulaan tahun, hari Asyura, dan Maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan mauled Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu, dan mauled Hasan dan Husin radhiallahu anhuma, dan mauled Fathimah Az-Zahra radhiallahu anha, dan maulid khalifah Al hadhir, malam pertama Rajab, malam pertengahan Rajab, malam pertama Sya’ban, malam pertengahan Sya’ban, musim malam Ramadhan, awal Ramadhan, Pertengahan Ramadhan, akhir Ramadhan …)
Dan Al-Maqrizi menyebutkan sebagian yang dilakukan pada perayaan-perayaan dan hari-hari raya khususnya enam maulid. Syaikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’ie Mantan Mufti Mesir menyebutkan dalam kitabnya: (Ahsanul Kalam Fiima Yata’allaqu bissunnah wal bid’ah minal Ahkam ): bahwa pertama kali yang mengada-adakan enam perayaan maulid tersebut yakni: Maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam, maulid Ali, Fathimah, Hasan, Husain radhiallahu anhum, dan maulid Khalifah Al-Hadzir yaitu Al-Mu’izzu Lidinillah dan itu pada tahun 362 H. dan bahwa perayaan-perayaan ini berlangsung hingga dibatalkan oleh Al-Afdzal bin Amirul Jaisy setelah itu.
Siapakah Bani Ubaidiyyun ?
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam kitabnya “ Al-Bidayah Wannihayah”:
(Raja Bani Fathimiyyun telah berkuasa selama 280 tahun. Yang pertama berkuasa adalah Al-Mahdi yang merupakan orang yahudi, lalu masuk kenegeri Maroko dan menggunakan nama Ubaidillah, dan mengaku sebagai keturunan ‘Alawi Fathimiy, dan mengatakan tentang dirinya: bahwa dia Al-Mahdi, yang mana dakwaan pendusta ini didukung oleh orang-orang yang jahil, sehingga mereka memiliki Negara dan kekuatan, dan mendirikan sebuah kota yang diberi nama Al-Mahdiyah dinisbatkan kepadanya, dan dia menjadi raja yang ditaati.
Kemudian diteruskan oleh anaknya Al-Qoim Muhammad, kemudian anaknya Al-Manshur Ismail, kemudian anaknya Al-Mu’izzu Ma’din, dialah pertama dari mereka yang memasuki negeri Mesir, dan dibangun untuknya Kairo Al-Mu’izziyah dan istana-istana kemudian anaknya Al-Aziz Nazzar, kemudian anaknya Al-hakim Manshur, kemudian anaknya Ath-Thahir Ali, kemudian anaknya Al-Mushtansir Ma’din, kemudian anaknya Al-Musta’li Ahmad, kemudian anaknya Al-Amir Manshur, kemudian anak pamannya Al-Hafidz Abdul Majid, kemudian anaknya Adh-Dhafir Ismail, kemudian Al-Faiz Isa, kemudian anak pamannya Al-‘Adzid Abdullah, yang terakhir dari mereka, yang seluruhnya 14 raja selama 280 tahunan.
Dahulu Bani Fathimiyyun merupakan khalifah yang terkaya, terkejam dan paling dholim, yang paling bejat sejarahnya, muncul dimasa mereka kebid’ahan dan kemungkaran, dan banyak pelaku kerusakan sedikit disisi mereka orang-orang shalih dari para ulama dan ahli ibadah, dan banyak tersebar dinegeri syam agama Kristen, Durruziyah, dan Hasyisyiyah..).
Inilah sekilas dari sejarah mereka supaya mereka yang menghidupkan perayaan Maulid dan lainnya siapakah tauladan mereka dalam perkara ini sehingga mereka mengikuti petunjuk dan menyerupai mereka. Sehingga tidak masuk akal apabila para salafush sholih tidak mengenal hal ini lalu mereka mengikuti para Ubaidiyyun yang sesat !!
Sultan Irbil dan perayaan Maulid:
Dahulu di Mosul ada ahli zuhud yaitu Syaikh Umar bin Muhammad Al-Mulla (dahulu dia memiliki satu ruangan yang selalu didatanginya, dan setiap tahunnya dibulan Maulid ada undangan yang didatangi oleh para raja, pemerintah, para ulama, menteri dan mereka merayakan hal itu)
Abu Syamah berkata dalam kitabnya: “ Al-Ba’its ‘alaa inkaril Bida’I wal hawadits” ketika membahas tentang maulid nabi: (pertama kali yang melakukannya di Mosul Syaikh Umar bin Muhammad Al-Mulla seorang yang shalih yang masyhur yang diikuti kemudian oleh Sultan Irbil dan yang lain semoga Allah merahmati mereka).
Dan Sultan Irbil disini adalah Al-Mudzaffar Abu Sa’id Kukburi bin Zaidud diin Ali bin Tabaktakin Sultan Irbil yang wafat tahun (630 H) yang paling terkenal dalam merayakan Maulid Nabi secara berlebihan setelah Ubaidiyyun, dimana dia merayakannya dengan mewah sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam sejarahnya, beliau berkata: (berkata As Sabth: telah dihikayatkan oleh sebagian yang menghadiri perayaan Mudzaffar dalam maulid dimana dia menyajikan 5000 kepala bakar, 10000 ayam, dan 100000 susu kering, dan 30000 piring kue manis… dia berkata: diantara yang menghadirinya dalam pesta maulid para ulama, ahli sufi, dan memperdengarkan nyanyian sufi dari dhuhur hingga subuh dan dia ikut menari bersama mereka…).
Dari sini menjadi jelas bahwa perayaan maulid dan semacamnya termasuk kebid’ahan Ubaidiyyun, kemudian diikuti oleh para ahli zuhud dan raja, dan ikuti oleh orang awwam, sebagaimana kita tahu bahwa ini bertentangan dengan nas-nas syarie dan amalan para salafush shalih yang mulia.
Walaupun sebagaimana dikatakan bahwa peringatan ini diperbolehkan oleh sebagian ulama seperti Imam Subki, Suyuthi, atau Ibnu Hajar dan pernah dilakukan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, meskipun kita menghargai jasa para ulama besar tersebut bagi kejayaan islam dan kaum muslimin, namun ketika hal itu bertentangan dengan syariat, maka kita lebih mendahulukan kecintaan kepada Allah dan RasulNya shallallahu alaihi wasallam, apalagi diantara ulama yang sekaliber merekapun ada yang menolaknya, jadi kita menolak perayaan ini bukan dengan pendapat kita sendiri.
Seandainya hal tersebut adalah baik, maka pastilah para salafus sholih sudah melaksanakannya, karena mereka ada suri tauladan terbaik dalam kesungguhan melaksanakan ajaran yang baik karena Allah Ta’alaa berfirman yang artinya:
“Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau Sekiranya di (Al Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului Kami (beriman) kepadanya”. [ Al-Ahqaf: 11].
Ibnu Katsir dalam menafisrkan ayat ini berkata: adapun Ahli Sunah Wal Jamaah mereka mengatakan tentang setiap perbuatan atau perkataan yang tidak penah dipastikan dari para sahabat: adalah bid’ah karena seandainya hal itu baik tentulah mereka telah mendahului kita dalam hal itu mereka tidak pernah meninggalkan satu perbuatan baik pun kecuali mereka segera mengamalkannya. Tafsir Ibnu Katsir juz 7 hal 278.
2.       KEJADIAN AJAIB YANG MENGIRINGI KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUdPUzSU-gZ42TxJTl4UES7BA3jE9yiqJDxmpVHm-rbrZPhGQSaD3CTGDYt_SFZ0ersTshV-g9CROGgMorwyRfQYz7blPtqd1jSwQ04933tEZma-YsoudsuEl6eBPLqwsM5PhId8HLovml/s320/kaligrafi-muhammad4.png
    Sebagai manusia pilihan Tuhan untuk menyiarkan agama-Nya di dunia ini. sejak masih dalam kandungan, beliau telah membawa wibawa-wibawa dan perbawa yang tidak dimiliki oleh bayi-bayi pada umkumnya. Diantaranya beberapa keajaiban-keajaiban saat beliau masih di kandungan ibundanya, sampai dilahirkan ke dunia ini adalah sebagai berikut :

  1. Pada umumnya, wanita yang mengandung akan selalu mengalami keadaan yang cepat lelah dan merasa was-was akan bayi yang sedang dikandungnya, apakah ia akan lahir dalam bentuk yang sempurna ataukah tidak dan sebagainya. Namun, keadaan ini tidak dialami oleh Aminah, ibunda Rasulullah SAW, sewaktu mengandung beliau dan ini termasuk salah satu keajaiban bawaan Rasulullah SAW.
  2. Sudah lazim bagi setiap wanita, ketika dirinya maun melahirkan, ia akan merasa kesakitan dan sakit perut yang tiada taranya. Tetapi, keadaan seperti ini tidak dialami oleh Aminah sewaktu melahirkan Rasulullah SAW. Ia merasakan biasa-biasa saja, bahkan perasaannya lebih tentram. 
  3. Rasulullah lahir dalam keadaan sudah dikhitan.
  4. Kelahiran beliau menghalangi  naik-turunya setan ke lanit, yang pada sebelum kelahiran beliau setan terbiasa naik-turun kelangit untuk mencuri-dengar pembicaraan para malaikat.
  5. Halimah as-Sa’diyyah (ibu susuan Rasulullah) sebelum menyusui beliau adalah seorang wanita yang telah kering air susunya. Namun, begitu beliau mau menyusui Rasulullah air susunya menjadi melimpah. Begitu juga dengan ternak peliharaanya. Sejak Rasulullah menjadi anak asuhnya, ternak peliharaanya menjadi berkembang biak dengan pesatnya.
Ka’abul-Akhbar berkata : “aku melihat dalam kitab taurat bahwa Allah telah mengabarkan tentang kelahiran Nabi besar Muhammad SAW”. Allah SWT berfirman : “ketika bintang yang sudah kalian kenal dengan nama bintang ‘tsabit’ itu bergerak dan berjalan dari tempatnya maka pada saat itulah Nabi Muhammad lahir”
Kapada kaum Nabi Isa as. Allah juga mengabarkan tentang kelahiran NAbi Muhammad, yakni seperti yang tertulis dalam kitab mereka. “ketika pohon-pohon kurma yang telah kering dan hampir mati, tiba-tiba keluar daunnya lagi”. Hal tersebut diketahui oleh golongan kaum nasrani.
Dalam kitab zabur, Allah memberi tanda-tanda kepada umat Nabi Dawud tentang kelahiran Nabi Muhammad dengan suatu pertanda “ketika mata air yang telah kalian kenal kering airnya tiba-tiba memancarkan air dengan derasnya, maka pada saat itulah kelahiran Nabi Muhammad telah tiba”.
Ketika Nabi Muhammad telah lahir, tanda-tanda seperti yang tersebut dalam kitab zabur pun terbukti dan mereka mengetahuinya.
Abdul Muthalib (kakek Rasulullah) pernah berkata : “ketika aku sedang berada didalam ka’bah (dimana wamtu itu ka’bah masih berisi patung-patung sesembahan) tiba-tiba patung-patung itu jatuh dari tempatnya dalam posisi bersujud dilantai ka’bah. Kemudian, aku mendengar suara dari balik dinding ka’bah yang berbunyi “Nabi yang telah dipilih telah lahir, yang akan mengahuncurkan orang-orang kafir dan membersihkan diriku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuk menyembah kepada zat yang merajai seluruh alam ini."
Kejadian yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan menjelang kelahiran Rasulullah ialah menghijaunya tetumbuhan yang tadinya telah mengering, menguningnya buah-buahan dengan cepat, dan melengkungnya batang pohon itu ketanah sehingga memudahkan para pemiliknya untuk memetik. Kemudian, seolah-olah setiap binatang melata peliharaan orang-orang Quraisy turut bersuka cita atas kelahiran orang termulia didunia dan akhirat ini.
Masih ada lagi keajaiban yang menggemparkan seluruh jagat raya, yaitu tersungkurnya berhala-berhala sesembahan yang ada di istana-istana orang kafir. Bergembiranya binatang-binatang yang berada di penjuru timur dan barat, baik binatang laut maupun binatang darat.Selain itu, bergembiranya para jin juga mewarnai kelahiran Nabi Muhammad.
Semua yang terjadi pada diri Rasulullah dan keajaiban-keajaibanya tidak akan pernah ditemukan pada diri manusia biasa. Itulah mukjizat yang beliau miliki menjelang kelahirannya.

Rabu, 13 November 2013

PENYAKIT HATI MENURUT AGAMA DAN DOKTER


TERMINOLOGI HATI DITINJAU DARI SUDUT PANDANG AGAMA ISLAM DAN DOKTER
1.  DARI SUDUT AGAMA ISLAM
Segala puji bagi Allah Yang Maha Sempurna dalam segala sifat dan perbuatan-Nya, Yang Maha Adil dalam segala hukum-Nya, Yang Maha Bijaksana dalam segala keputusan-Nya.
Selawat dan salam buat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah diutus untuk sebagai pembawa rahmat kepada seluruh alam.
Berikutnya terima kasih banyak kami ucapkan kepada panitia seminar, yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk sebagai pembicara dalam kesempatan ini. Semoga Allah memberikan taufiq dan ‘inayah kepada kami dalam menyampaikan makalah kami pada kesempatan ini.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini kami kami diberi kepercayaan oleh panitia untuk berbicara tentang: “Terminologi Hati Ditinjau Dari Sudut Pandang Islam”.

2. Konsep Hati Menurut Islam
Sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ [التين/4]
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
Namun perlu kita ketahui bahwa kerupawanan seseorang akan membawa kepada kehinaan bila tidak disertai oleh keindahan hati yang dihiasi oleh iman dan amal sholeh.
Sebagaimana lanjutan dari firman Allah di atas:
ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ (5) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ [التين/5، 6]
“Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang sehina-hinanya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya”.
Dari sini dapat kita pahami bahwa pokok kemulian bukanlah pada rupa, serta tidak pula pada harta dan jabatan. Akan tetapi Allah memandang kepada hati dan amalan seseorang.
Sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:
«إِنَّ اللّه تَعَالَى لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ» رواه مسلم.
“Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa dan harta kalian, dan akan tetapi Ia memandang kepada hati dan amalan kalian”.
Namun penentu baik dan buruknya amalan seseorang amat bergantung kepada hati. Maka hati adalah bagaikan generator bagi seluruh anggota badan. Kedudukan hati di antara anggota badan bagaikan raja di tengah kerajaan. Semua gerak-gerik anggota badan akan bergantung kepada hati sebagaimana gerak-gerik anggota pasukan bergantung kepada raja. Bila raja bersifat baik maka prajuritnya pun akan baik pula, sebaliknya bila raja memiliki prilaku buruk maka bala tentaranya pun akan berprilaku buruk pula.
Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggambarkan kepada kita tentang hal tersebut dalam sabdanya:
«أَلا وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ» رواه البخاري ومسلم.
“Ketahuilah! Sesungguhnya dalam tubuh ini ada segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak. Maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah! ia adalah hati”.
Hati adalah ciptaan Allah yang luar biasa, dimana hati menyimpan berjuta-juta rahasia yang tidak mungkin untuk diketahui manusia kecuali segelitir saja dari rahasia-rahasia tersebut. Ini menunjukkan betapa luasnya ilmu dan kekuasaan Allah. Maka oleh sebab itu menyuruh kita agar merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah pada diri kita.
Sebagaimana Allah perintahkan dalam Al Qur’an:
وَفِي الْأَرْضِ آَيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ (20) وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ [الذاريات/20، 21]
“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”
Semoga melalui apa yang kita bahas pada kesempatan kali ini dapat sebagai mediator untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Disaat kita mencoba mengenal sekelumit dari keluarbiasaan kekuasaan Allah dalam diri kita.
3. Makna Dan Pengertian Hati
Kata-kata hati dalam bahasa arab dinamai dengan beberapa nama, diantaranya: Al Qalbu, Al Fuadu, dan Ash Shadru.
Dinamakan dengan Al Qalbu dengan dua sebab;
Pertama: karena ia menunjukkan pusat (jantung) sesuatu, sebagaimana kota makkah disebut Qalbul Ardhi (pusat bumi) karena letaknya di tengah-tengah bumi. Sebagaimana hati dalam tubuh manusia adalah pusat kembali segala aktifitas tubuh.
Kedua: karena sifatnya berbolak-balik.
Sebagaimana disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:
«لَقَلْبُ ابْنِ آدَمَ أَشَدُّ انْقِلَابًا مِنَ القِدْرِ إِذَا اجْتَمَعَتْ غَلْياً» رواه أحمد (6/4)، وصححه الألباني فِي “الصحيحة” (1772).
“Sungguh hati anak Adam lebih cepat berbolak-balik dari periuk yang sedang sangat mendidih”.
Dan dinamakan Al Fuadu, karena bermacam-macamnya pikiran, keyakinan dan perasaan yang tersimpam dalamnya.
Sebagaimana Allah sebutkan dalam Al Qur’an:
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا [الإسراء/36]
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya“.
Maka hati akan ditanya tentang apa yang ia pikirkan dan apa yang diyakininya.
Dan dinamakan Ash Shadru (dada).
Sebagaimana Allah sebutkan dalam firma-Nya:
{يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ} [غافر/19]
“Dia mengetahui mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati”.
Karena tempat hati terletak dalam dada, sebagaimana firman Allah:
فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ [الحج/46]
“Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada”.
  • Pebedaan antara hati dan otak.
Otak dalam bahasa arab disebut dengan Ad Dimaahg dan Al Mukh.
Menurut sebagian ahli kesehatan bahwa akal tempatnya di otak, akan tetapi menurut para ulama Islam akal tempatnya di hati. Dianatara para ulama tersebut seperti Al Qurtubi[1], Al baghawi dalam kitab tafsirnya[2], Ibnu Taimiyah dalam kitab majmu’ fatawa[3] dan Ibnu Katsir dalam tafsirnya[4].
Mereka para ulama tersebut berpegang kepada firman Allah:
{أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِى الارْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَآ} (الحج : 46)
“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memikirkan”.
Dan firman Allah:
{لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا} (الأعراف : 179)
“Mereka mempunyai hati, tetapi tidak mereka pergunakan untuk memikirkan (ayat-ayat Allah)“.
Syeikh Islam ibnu Taimiyah dan murid beliau Ibnul Qoyyim menjelaskan hubungan antara dua unsur yang terpenting diatas, yaitu hubungan anatara hati dan otak.
Berkata syeikh Islam Ibnu Taimiyah: Sumber pikiran dan pandangan berasal dari otak sedangan sumber emosional (Irodah) adalah berasal dari hati.
Berkata Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya “At Tibyaan fi Aqsaamil Qur’an“: Mani bila telah berumur enam hari apabila ia membeku timbul di tengah-tengahnya suatu titik maka itulah tempat jantung. Kemudian muncul satu titik pula diatasnya maka itu adalah otak. Lalu muncul pula satu titik di arah kanannya maka itulah hati (al kabid). Kemudian titik tersebut semakin berkembang”.
  • Perbedaan antara hati dan jantung.
Sering dalam bahasa sehari-hari kita memahami bahwa hati adalah bagian tubuh yang disebut dalam bahasa arabnya Al Kibdah. Pada hal dalam Al Qur’an dan sunnah serta penjelasan para ulama yang disebut hati adalah yang disebut jantung dalam bahasa kita sehari-hari. Maka oleh sebab itu penyakit serangan jantung dalam bahasa Arab disebut saktatul Qalb.

Dialog Rasulullah dan Sahabat Tentang Penyakit Hati
Kalau hati sudah nteracuni, banyak penyakit yang bakal muncul di kemudian hari.
Racun-racun hati itu banyak macamnya, di antaranya adalah berlebih-lebihan (banyak) bicara atau fudhulul kalam.
Dikatakan bahwa belumlah bisa istiqamah iman seseorang sebelum istiqamah lisannya. Maka lurus dan istiqamahnya hati dalam memegang keimanan itu dimulai dari lisan yang istiqamah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNadsyw1aW7dAyxfQhPMDBxCwJznGhzyC8czkHPsgmNSyBgDlcxewFHDhmscQcfmKNBp5ElIRl8VpZJOrwdYI4knyb1CnVfGwf_MkOdxAUj6cebc08VQXcPJ54InJ3eIDWt9BipJkxkeoV/s320/Hati.jpg

Oleh karena itulah Islam mengajarkan kepada umatnya agar tidak banyak bicara tanpa disertai dzikir kepada Allah, karena akan mengakibatkan kerasnya hati. Dalam salah satu hadits shahih Rasulullah SAW pernah bicara kepada sahabat Mu'adz:
"Apakah engkau mau aku tunjukkan yang menjadi landasan itu semua (ibadah-ibadah)?"
"Baik, ya Rasulullah", jawab Mu'adz.
Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Cegahlah ini" (sambil mengisyaratkan dengan jarinya pada mulutnya).

Lalu mu'adz berkata:
"Ya Rasulullah, apakah kita akan dimintai tanggung jawab dari apa yang kita ucapkan?"
Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Kamu wahai Mu'adz, tidaklah seseorang akan ditelungkupkan wajahnya dan punggungnya ke dalam Neraka melainkan karena hasil dari lisannya."
(Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi).

"Ada dua lubang yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam Neraka, yaitu mulut dan kemaluan."
(HR Ahmad, At-Tirmidzi dan di-shahih-kannya).

Dan tatkala Uqban bin Amir bertanya kepada Rasulullah: "Ya Rasulullah, apakah sesuatu yang dapat menyelematkan kita?"
Lalu dijawab oleh Nabi : "Tahanlah olehmu lisanmu."
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD4Po8vgliKFaJT6d286fqifxB2N6njMufbqkYFyVp_dj-DJnxfgRf4DSsUo19Bi_bL40G1RrAkEcnymdPYTZL6jsK0BAhtCdK3XJUvcqlZie0kqg_pvbbW0gmh0HAIjX9cysR2Hl4RJKo/s320/Hati.jpg

Lalu dalam kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang dapat memberi jaminan kepadaku dari apa yang ada di antara jenggot dan kumisnya (lisan) dan kedua pahanya (kemaluan), maka aku jamin untuknya Surga."
(HR. Al-Bukhari).

Maksud dalam hadits ini adalah, barangsiapa yang bisa memelihara apa yang ada di antara kedua bibirnya, yaitu mulut dari semua perkataan yang tidak bermanfaat dan bisa menjaga apa yang ada di antara kedua pahanya yaitu farji agar tidak diletakkan di tempat yang tidak dihalalkan Allah, maka jaminannya adalah Surga.

Kemudian dalam hadits yang lain Rasulullah SAW juga bersabda:
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari akhirat, hendaklah berbicara yang baik atau agar ia diam."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dan dalam sutau riwayat dari Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda:
"Sebagian dari tanda bagusnya Islam seseorang apabila ia bisa meninggalkan ucapan yang tidak berguna baginya." Berkata Sahl: "Barangsiapa yang masih suka bicara yang tidak berguna maka ia tidak layak dikatakan shiddiq".

Apalagi bila ucapan seseorang sampai menyakiti orang lain maka belum bisa dijadikan jaminan iman yang dimilikinya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Demi Allah, tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman", kemudian ditanyakan siapakah gerangan yang engkau maksudkan wahai Rasulullah?
Jawabnya, "orang yang menjadikan tetangganya merasa tidak aman lantaran kejahatannya."

Hati yang tidak mengenal dengan Rabbnya, tidak melakukan ibadah sesuai dengan apa yang diperintahkanNya, dicitaiNya dan diridhaiNya. Bahkan selalu memperturutkan nafsu dan syahwatnya serta kenikmatan dan hingar bingarnya dunia, walaupun ia tahu bahwa itu amatlah dimurkai oleh Allah dan dibenciNya.

Ia tidak pernah peduli tatkala memuaskan diri dengan nafsu syahwatnya itu diridhaiNya atau dimurkaiNya, dan ia menghambakan diri dalam segala bentuk kepada selain Allah. Apabila ia mencintai maka cintanya karena nafsunya, apabila ia membenci maka bencinya karena nafsunya, apabila ia memberi maka itu karena nafsunya, apabila ia menolak maka tolakannya atas dasar nafsunya, maka nafsunya sangat berperan dalam dirinya, dan lebih ia cintai daripada ridha Allah

Dengan demikian maka hendaklah seorang mukmin mencukupkan diri dari ucapan yang tidak berguna seperti berdusta, suka mengadu domba, ucapan yang keji, ghibah, namimah, suka mencela, bernyanyi, menyakiti orang lain dan lain sebagainya. Itu semua merupakan racun-racun hati sehingga apabila seseorang banyak melakukan seperti ini maka hati akan teracuni dan bila hati sudah teracuni maka lambat laun, cepat atau lambat akan mengakibatkan sakitnya hati, semakin banyak racunnya akan semakin parah penyakit dalam hatinya, dan kalau tidak tertolong akan mengakibatkan mati hatinya.

Ketahuilah bahwa semua maksiat dalam bentuk apapun adalah merupakan racun bagi hati, penyebab sakitnya hati bahkan juga penyebab matinya hati. Berkata Abdullah Ibnu Mubarak: "Meninggalkan dosa dan maksiat dapat menjadikan hidupnya hati, dan sebaik-baik jiwa adalah yang mampu meniadakan perbuatan dosa dalam dirinya.

Maka barangsiapa yang menginginkan hatinya menjadi hati yang selamat hendaklah membersihkan diri dari racun-racun hati, kemudian dengan menjaganya tatkala ada racun hati yang berusaha menghampirinya, dan apabila terkena sedikit dari racun hati bersegeralah untuk menghilangkannya dengan taubat dan istighfar.

2.  DARI SUDUT DOKTER

Hati
Human Hepar.jpg
Hati manusia

Gambar organ dalam manusia, hati (bahasa Inggris: liver) terletak di tengah.
jecur, iecer
Hati (bahasa Yunani: ἡπαρ, hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.
Lobus hati terbentuk dari sel parenkimal dan sel non-parenkimal.[1] Sel parenkimal pada hati disebut hepatosit, menempati sekitar 80% volume hati dan melakukan berbagai fungsi utama hati. 40% sel hati terdapat pada lobus sinusoidal. Hepatosit merupakan sel endodermal yang terstimulasi oleh jaringan mesenkimal secara terus-menerus pada saat embrio hingga berkembang menjadi sel parenkimal.[2] Selama masa tersebut, terjadi peningkatan transkripsi mRNA albumin sebagai stimulan proliferasi dan diferensiasi sel endodermal menjadi hepatosit.[3]
Lumen lobus terbentuk dari SEC dan ditempati oleh 3 jenis sel lain, seperti sel Kupffer, sel Ito, limfosit intrahepatik seperti sel pit. Sel non-parenkimal menempati sekitar 6,5% volume hati dan memproduksi berbagai substansi yang mengendalikan banyak fungsi hepatosit.
Filtrasi merupakan salah satu fungsi lumen lobus sinusoidal yang memisahkan permukaan hepatosit dari darah, SEC memiliki kapasitas endositosis yang sangat besar dengan berbagai ligan seperti glikoprotein, kompleks imun, transferin dan seruloplasmin. SEC juga berfungsi sebagai sel presenter antigen yang menyediakan ekspresi MHC I dan MHC II bagi sel T. Sekresi yang terjadi meliputi berbagai sitokina, eikosanoid seperti prostanoid dan leukotriena, endotelin-1, nitrogen monoksida dan beberapa komponen ECM.
Sel Ito berada pada jaringan perisinusoidal, merupakan sel dengan banyak vesikel lemak di dalam sitoplasma yang mengikat SEC sangat kuat hingga memberikan lapisan ganda pada lumen lobus sinusoidal. Saat hati berada pada kondisi normal, sel Ito menyimpan vitamin A guna mengendalikan kelenturan matriks ekstraselular yang dibentuk dengan SEC, yang juga merupakan kelenturan dari lumen sinusoid.
Sel Kupffer berada pada jaringan intrasinusoidal, merupakan makrofaga dengan kemampuan endositik dan fagositik yang mencengangkan. Sel Kupffer sehari-hari berinteraksi dengan material yang berasal saluran pencernaan yang mengandung larutan bakterial, dan mencegah aktivasi efek toksin senyawa tersebut ke dalam hati. Paparan larutan bakterial yang tinggi, terutama paparan LPS, membuat sel Kupffer melakukan sekresi berbagai sitokina yang memicu proses peradangan dan dapat mengakibatkan cedera pada hati. Sekresi antara lain meliputi spesi oksigen reaktif, eikosanoid, nitrogen monoksida, karbon monoksida, TNF-α, IL-10, sebagai respon kekebalan turunan dalam fase infeksi primer.
Sel pit merupakan limfosit dengan granula besar, seperti sel NK yang bermukim di hati. Sel pit dapat menginduksi kematian seketika pada sel tumor tanpa bergantung pada ekspresi antigen pada kompleks histokompatibilitas utama. Aktivitas sel pit dapat ditingkatkan dengan stimulasi interferon-γ.
Selain itu, pada hati masih terdapat sel T-γδ, sel T-αβ dan sel NKT.